Jakarta, 10 September 2026 – Hankook Tire memperkuat penetrasinya di pasar ban premium Indonesia dengan menghadirkan Ventus evo, generasi terbaru dari Ventus S1 evo3 yang dirancang untuk kendaraan premium dan berperforma tinggi. Produk tersebut masuk dalam kategori ultra-high performance atau UHP dengan fokus pada kemampuan pengereman, pengendalian, stabilitas, serta daya tahan. Peluncuran Ventus evo dilakukan ketika permintaan terhadap ban berukuran besar dan berperforma tinggi di Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan populasi mobil premium, sport utility vehicle, serta kendaraan dengan tenaga semakin besar ikut menciptakan kebutuhan terhadap ban dengan spesifikasi lebih tinggi. Hankook melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk memperluas pasar domestiknya.
Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia Bartek Choi mengatakan pengembangan ban berperforma tinggi harus mampu menjawab kebutuhan terhadap daya cengkeram, kontrol, dan stabilitas dalam berbagai kondisi berkendara. Teknologi yang sebelumnya dikembangkan untuk kebutuhan performa tinggi kemudian diterapkan pada Ventus evo agar dapat digunakan konsumen kendaraan premium sehari-hari. Pendekatan tersebut membuat produk tidak hanya mengutamakan performa ketika mobil melaju cepat. Kenyamanan, konsistensi pengendalian, serta ketahanan ban juga menjadi perhatian. Kombinasi karakter tersebut dinilai semakin dibutuhkan konsumen Indonesia yang menggunakan kendaraan premium untuk mobilitas harian.
Pasar ban premium dinilai mempunyai prospek menarik karena karakter kendaraan yang beredar di Indonesia terus berubah. Mobil baru semakin banyak menggunakan pelek berdiameter besar, sementara segmen SUV dan kendaraan listrik juga berkembang. Hankook sebelumnya mencatat penjualannya di Indonesia sepanjang 2025 tumbuh hingga 130 persen. Pertumbuhan tersebut antara lain didorong permintaan terhadap ban kendaraan listrik dan ban berukuran 18 inci atau lebih besar. Tren itu menjadi salah satu dasar perusahaan untuk semakin fokus pada produk bernilai tambah tinggi sepanjang 2026.
Ventus evo dirancang agar mampu memberikan performa seimbang ketika digunakan pada permukaan jalan basah maupun kering. Salah satu pengembangannya terdapat pada alur lateral yang dibuat untuk membantu meningkatkan kemampuan pengereman di permukaan basah. Struktur tie-bar pada bagian bahu ban juga digunakan untuk menjaga kestabilan blok ketika menerima beban. Desain drainase dibuat untuk mengendalikan deformasi sehingga permukaan ban dapat mempertahankan kontak secara optimal dengan jalan. Dibandingkan model sebelumnya, kemampuan pengendalian di jalan basah diklaim meningkat sekitar 4 persen.
Peningkatan juga dilakukan pada kemampuan pengereman di permukaan kering. Hankook menerapkan teknologi 3D Chamfer yang membantu mendistribusikan tekanan pada area kontak ban secara lebih merata. Teknologi tersebut membuat permukaan tapak dapat mempertahankan gesekan ketika kendaraan melakukan pengereman. Hasil pengembangan menunjukkan kemampuan pengereman di jalan kering meningkat sekitar 6 persen dibandingkan Ventus S1 evo3. Sementara kemampuan pengereman di permukaan basah diklaim meningkat sekitar 7 persen. Peningkatan tersebut menjadi penting bagi ban UHP yang digunakan pada kendaraan dengan kemampuan akselerasi dan kecepatan tinggi.
Hankook juga tidak hanya mengejar performa maksimum karena ketahanan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen. Ventus evo menggunakan optimized stiffness pattern untuk menyeimbangkan tingkat kekakuan blok pada seluruh permukaan tapak. Kombinasi sipes, alur lateral dan tie-bars membantu mendistribusikan tekanan sehingga tingkat keausan lebih merata. Hasilnya, jarak tempuh ban diklaim meningkat hingga 32 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Karakter tersebut memungkinkan konsumen memperoleh performa tinggi tanpa harus mengorbankan usia penggunaan ban secara signifikan.
Kemampuan Ventus evo telah diuji melalui sejumlah pengujian komparatif internasional sepanjang 2026. Dalam AUTO BILD Summer Tire Test menggunakan ukuran 245/45 R19, produk tersebut menempati posisi pertama dengan skor 1,1. Ventus evo mencatat performa kuat dalam pengendalian di jalan kering maupun basah sekaligus memperoleh hasil terbaik untuk pengereman kering. Pada pengujian pengereman basah, ban tersebut menempati posisi kedua terbaik. Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan Ventus evo mempertahankan performa dalam kondisi jalan berbeda.
Prestasi serupa diperoleh dalam AUTO BILD Allrad Summer Tire Test 2026 menggunakan ukuran 255/45 R19. Ventus evo kembali berada di posisi pertama dan menunjukkan performa menonjol di permukaan basah. Kecepatan wet handling tercatat mencapai 89,1 kilometer per jam. Sementara jarak pengereman di jalan basah dari kecepatan 100 kilometer per jam tercatat sekitar 50,2 meter. Ban tersebut juga menghasilkan performa teratas dalam pengujian pengereman dan pengendalian di permukaan kering.
Aspek efisiensi pemakaian menjadi keunggulan lain yang ditawarkan Hankook. Dalam pengujian AUTO BILD, Ventus evo memperoleh proyeksi jarak tempuh hingga 56.310 kilometer. Produk tersebut juga dinilai mempunyai biaya per 1.000 kilometer yang kompetitif dibandingkan peserta pengujian lainnya. Hankook menggunakan karakter tersebut untuk membawa konsep “Premium Sport Performance, Built to Last” pada Ventus evo. Filosofi itu menempatkan performa dan durabilitas sebagai dua karakter yang harus berjalan bersamaan.
Posisi Ventus evo di kelas premium juga didukung penggunaannya sebagai ban bawaan atau original equipment sejumlah kendaraan global. Lini Ventus telah digunakan oleh produsen seperti Audi, BMW dan Volkswagen pada sejumlah model kendaraan. Ventus evo tersedia untuk pasar Indonesia dalam berbagai ukuran mulai 17 hingga 22 inci. Rentang tersebut memungkinkan produk menjangkau sedan premium, mobil berperforma tinggi hingga sejumlah SUV. Beberapa spesifikasi bahkan mempunyai indeks kecepatan tinggi yang disesuaikan dengan karakter kendaraan masing-masing.
Kehadiran Ventus evo melengkapi strategi produk Hankook di Indonesia. Untuk kendaraan listrik, perusahaan mempunyai lini iON yang dikembangkan dengan karakter khusus EV. Sementara Dynapro diarahkan pada segmen SUV dan light truck, Kinergy untuk kendaraan penumpang termasuk segmen LCGC, serta Vantra untuk kendaraan niaga ringan. Hankook mempunyai lebih dari 400 pilihan ukuran pada portofolio ban kendaraan penumpangnya. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan menyasar kebutuhan konsumen berdasarkan jenis kendaraan sekaligus karakter penggunaan.
Peluang pertumbuhan juga datang dari pasar ban pengganti atau replacement tire. Ketika penjualan mobil baru menghadapi periode yang lebih menantang, sebagian konsumen cenderung mempertahankan kendaraan yang telah dimiliki lebih lama. Kondisi tersebut membuat kebutuhan mengganti komponen yang mengalami keausan, termasuk ban, tetap terbuka. Hankook mencatat segmen replacement menjadi salah satu penopang pertumbuhan perusahaan sepanjang 2025. Produk premium seperti Ventus evo kemudian diposisikan untuk menangkap konsumen yang ingin mempertahankan atau meningkatkan karakter berkendara mobilnya ketika melakukan penggantian ban.
Peluncuran Ventus evo pada akhirnya memperlihatkan optimisme Hankook terhadap perkembangan pasar ban premium Indonesia. Pertumbuhan kendaraan dengan pelek berukuran besar, peningkatan populasi SUV dan EV, serta kebutuhan replacement tire membuka ruang bagi produk berteknologi tinggi untuk berkembang. Ventus evo membawa peningkatan kemampuan pengereman dan pengendalian sekaligus menawarkan jarak tempuh lebih panjang dibandingkan generasi sebelumnya. Pilihan ukuran 17 hingga 22 inci juga membuat jangkauannya cukup luas di segmen kendaraan premium dan performa tinggi. Dengan tren tersebut, Hankook berharap Ventus evo dapat menjadi salah satu produk yang memperkuat posisinya di pasar ban Indonesia sepanjang 2026.