Jakarta, 15 Mei 2026 – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mendesak adanya langkah pencegahan yang lebih serius terhadap paparan judi online atau “judol” yang dinilai semakin mudah diakses oleh anak-anak dan remaja. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya konten dan promosi perjudian digital yang beredar luas melalui media sosial, situs internet, hingga aplikasi komunikasi. Fenomena ini dianggap berbahaya karena dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan kondisi psikologis anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan. Banyak pihak menilai paparan judi online kini telah menjadi persoalan sosial serius yang membutuhkan perhatian bersama dari pemerintah, keluarga, dan platform digital.
Menurut Wakil Ketua MPR, perkembangan teknologi digital membuat akses terhadap konten perjudian menjadi semakin sulit dikendalikan apabila tidak diimbangi pengawasan yang kuat. Anak-anak disebut menjadi kelompok rentan karena sering menggunakan perangkat digital tanpa pengawasan penuh dari orang tua maupun lingkungan sekitar. Pengamat sosial menilai algoritma media sosial dan iklan digital yang tidak terkontrol dapat membuat konten perjudian lebih mudah muncul di ruang digital yang diakses anak-anak setiap hari. Karena itu, upaya pencegahan dinilai tidak cukup hanya melalui penindakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga membutuhkan penguatan literasi digital dan pengawasan penggunaan internet di lingkungan keluarga.
Paparan judi online terhadap anak dinilai memiliki dampak jangka panjang yang serius, mulai dari kecanduan, gangguan psikologis, hingga perubahan perilaku sosial. Pengamat pendidikan menyebut anak-anak yang terpapar perjudian digital sejak dini berisiko memiliki persepsi keliru mengenai uang dan keberhasilan instan. Selain itu, banyak platform perjudian online menggunakan tampilan visual yang menyerupai permainan biasa sehingga sulit dibedakan oleh anak-anak dan remaja. Karena itu, pengawasan terhadap konten digital dan edukasi mengenai bahaya judi online dianggap semakin penting dilakukan di sekolah maupun lingkungan keluarga.
Selain meminta penguatan regulasi, Wakil Ketua MPR juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani persoalan tersebut. Pemerintah, aparat penegak hukum, penyedia layanan internet, hingga perusahaan media sosial dinilai perlu memiliki langkah terpadu untuk membatasi penyebaran konten perjudian digital. Pengamat kebijakan publik menilai penanganan judi online memang membutuhkan pendekatan yang lebih luas karena aktivitas tersebut sering melibatkan jaringan lintas negara dan teknologi digital yang terus berkembang cepat. Tanpa pengawasan yang adaptif, ruang digital dapat semakin rentan dimanfaatkan untuk menyasar kelompok usia muda.
Desakan pencegahan paparan judi online terhadap anak kini menjadi bagian dari perhatian besar masyarakat terhadap keamanan ruang digital di Indonesia. Banyak pihak berharap langkah konkret segera dilakukan agar anak-anak dapat terlindungi dari pengaruh negatif perjudian berbasis internet yang semakin masif. Di tengah perkembangan teknologi yang terus melaju cepat, penguatan pengawasan digital dan pendidikan karakter dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga generasi muda dari berbagai risiko sosial di dunia maya.