Jakarta, 4 Oktober 2026 – Menteri Pertanian menegaskan pemerintah terus menjaga produksi padi nasional di tengah ancaman El Nino pada 2026. Fenomena iklim tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi curah hujan, ketersediaan air, serta jadwal tanam di sejumlah sentra produksi. Berbagai langkah antisipasi disiapkan agar produksi pangan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi.
Pemerintah memprioritaskan pengamanan wilayah produksi yang memiliki risiko kekurangan air selama periode kering. Pengelolaan irigasi, optimalisasi sumber air, serta penyesuaian pola tanam menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca. Petani juga didorong menyesuaikan waktu tanam berdasarkan kondisi lapangan agar risiko gagal panen dapat ditekan.
Ketersediaan sarana produksi turut menjadi perhatian untuk mempertahankan produktivitas. Benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta dukungan pengairan perlu tersedia sesuai kebutuhan petani. Pemerintah daerah diharapkan aktif memantau kondisi pertanaman sehingga kendala yang muncul dapat segera ditangani sebelum berdampak lebih luas terhadap hasil panen.
Mentan menilai produksi padi harus dijaga sejak tahap persiapan tanam hingga panen. Pemantauan luas tanam dan kondisi tanaman diperlukan untuk mengetahui perkembangan produksi sekaligus menentukan daerah yang membutuhkan intervensi. Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan kelompok tani menjadi penting dalam menghadapi risiko iklim yang berbeda di setiap wilayah.
Ancaman El Nino juga membuat pengelolaan air menjadi semakin strategis. Daerah dengan sumber air terbatas perlu memanfaatkan jaringan irigasi, pompa, embung, maupun sumber air alternatif secara efisien. Pengaturan distribusi air diharapkan mampu mempertahankan kegiatan budidaya terutama pada lahan yang rentan mengalami kekeringan.
Selain menjaga produksi, pemerintah perlu memastikan hasil panen dapat terserap dan didistribusikan secara baik. Produksi yang stabil akan membantu menjaga ketersediaan beras sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan konsumen. Pengelolaan stok pangan juga diperlukan sebagai langkah antisipasi apabila gangguan cuaca memengaruhi produksi di sejumlah daerah.
Pemerintah akan terus mengevaluasi perkembangan cuaca dan kondisi pertanaman sepanjang 2026 untuk menentukan langkah lanjutan. Antisipasi sejak dini diharapkan dapat mengurangi dampak El Nino terhadap sektor pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi padi nasional. Dengan dukungan sarana produksi, pengelolaan air, serta koordinasi yang kuat, ketahanan pangan diharapkan tetap terjaga meski menghadapi tantangan iklim.