Barcelona, 24 September 2026 – Barcelona selama ini dikenal dunia sebagai salah satu kota dengan tradisi sepak bola kuat, tetapi identitas ibu kota Catalunya tersebut tidak berhenti di lapangan hijau. Setiap September, kota ini menggelar La Mercè, pesta besar masyarakat Barcelona yang menggabungkan tradisi, musik, seni jalanan, pertunjukan, hingga aktivitas komunitas. Pada 2026, rangkaian utama La Mercè berlangsung pada 23–27 September di berbagai jalan dan ruang publik Barcelona. Pemerintah kota menggambarkan La Mercè sebagai sebuah makrofestival yang setiap tahunnya menghimpun hampir 500 kegiatan.
Skala penyelenggaraan menjadi salah satu alasan La Mercè menempati posisi istimewa dalam kalender budaya Barcelona. Acara tidak berpusat pada satu stadion atau gedung pertunjukan, melainkan menyebar ke berbagai kawasan kota sehingga masyarakat dapat menikmati program yang berbeda sepanjang festival. Mercè Arts de Carrer, festival musik BAM, Música Mercè, dan berbagai pertunjukan budaya populer menjadi bagian dari rangkaian besar tersebut. Karakter inilah yang membuat La Mercè lebih menyerupai pesta kota dibandingkan festival musik atau pertunjukan tunggal.
La Mercè juga menjadi ruang penting untuk mempertahankan tradisi Catalunya yang telah berkembang lintas generasi. Berbagai unsur budaya populer seperti parade tokoh raksasa atau gegants, pertunjukan tradisional, musik, serta kegiatan masyarakat menjadi bagian dari suasana festival. Jalan dan alun-alun berubah menjadi ruang pertunjukan terbuka yang mempertemukan penduduk lokal dengan wisatawan. Perpaduan antara tradisi lama dan kreativitas kontemporer menjadi salah satu karakter yang membedakan La Mercè dari banyak agenda hiburan lainnya di Barcelona.
Festival tahun ini juga memiliki dimensi internasional dengan Shanghai menjadi kota tamu La Mercè 2026. Kehadiran Shanghai sekaligus menandai 25 tahun hubungan kota kembar Barcelona dan Shanghai. Lebih dari seratus seniman yang berasal dari Shanghai maupun komunitas Tionghoa di Barcelona terlibat dalam berbagai kegiatan seni jalanan, musik, dan pertunjukan budaya. Shanghai juga tercatat sebagai kota pertama dari Asia yang mendapatkan posisi sebagai kota tamu dalam penyelenggaraan La Mercè.
Program musik menjadi daya tarik lain yang membuat festival mampu menjangkau beragam kelompok masyarakat. Panggung-panggung ditempatkan di sejumlah ruang terbuka dengan penampilan musisi lokal maupun internasional. Salah satu agenda pada 25 September menghadirkan Els Amics de les Arts di Avinguda Maria Cristina dengan pertunjukan gratis. Sehari berikutnya, musisi hip-hop dan jazz-rap Sorvina dijadwalkan tampil di Parc de la Ciutadella, memperlihatkan luasnya spektrum musik yang hadir dalam festival tersebut.
Pada 24 September, program budaya juga menjangkau Nou Barris melalui pertunjukan Carmina Burana karya Carl Orff. Pertunjukan melibatkan Coro del Gran Teatre del Liceu, kelompok perkusi Gran Teatre del Liceu, paduan suara anak Amics de la Unió, serta dua piano. Konser tersebut digelar secara gratis di Plaça Major de Nou Barris. Penyebaran acara seperti ini memungkinkan masyarakat menikmati pertunjukan berskala besar tanpa harus berkumpul hanya di pusat wisata Barcelona.
Olahraga pun menjadi bagian dari atmosfer La Mercè meskipun sepak bola bukan pusat acaranya. Menjelang rangkaian utama festival, Barcelona menggelar edisi ke-48 Cursa de La Mercè Bimbo Global Race pada 20 September. Agenda tersebut menawarkan lomba lari 10 kilometer, kategori inklusif dua kilometer bagi peserta penyandang disabilitas atau dengan mobilitas terbatas, serta lomba keluarga. Kehadiran kegiatan olahraga memperlihatkan bagaimana La Mercè dirancang sebagai perayaan kota yang dapat melibatkan kelompok masyarakat dengan minat berbeda.
Identitas visual La Mercè 2026 juga membawa pesan mengenai keberagaman Barcelona. Poster festival tahun ini dibuat seniman visual Cinta Vidal dengan menampilkan sejumlah tempat ikonik seperti katedral, Plaça del Rei, dan Basilica de la Mercè. Karya tersebut merepresentasikan seluruh 11 distrik Barcelona dan sejumlah lokasi yang setiap September berubah menjadi panggung festival. Konsepnya menggambarkan Barcelona sebagai kota yang terbentuk melalui berbagai hubungan, pertemuan, dan sudut pandang.
Antoni Falgueras dipercaya menjadi pembawa pidato pembukaan atau pregoner La Mercè 2026. Falgueras merupakan warga Sants dan generasi keempat yang mengelola Celler de Gelida, toko bersejarah di Carrer de Vallespir yang berakar sejak 1895. Pemilihannya menegaskan bahwa La Mercè bukan hanya panggung bagi figur budaya terkenal, tetapi juga memberi ruang kepada sosok yang memiliki hubungan panjang dengan kehidupan sehari-hari Barcelona. Unsur komunitas tersebut membantu mempertahankan karakter La Mercè sebagai pesta milik warga kota.
Besarnya La Mercè pada akhirnya berasal dari kemampuannya menggabungkan banyak wajah Barcelona dalam satu rangkaian perayaan. Hampir 500 aktivitas, puluhan ruang publik, pertunjukan tradisional dan kontemporer, konser gratis, olahraga, serta pertukaran budaya internasional membuat festival tersebut menjangkau jauh lebih luas daripada satu jenis hiburan. Bagi wisatawan yang mengenal Barcelona terutama melalui sepak bola, La Mercè menawarkan gambaran lain mengenai kehidupan kota dan identitas masyarakat Catalunya. Selama beberapa hari setiap September, Barcelona sendiri berubah menjadi panggung besar tempat tradisi lokal dan budaya global bertemu.