Jakarta, 29 Agustus 2026 – Ketua MPR RI ke-15 sekaligus pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA), Bambang Soesatyo atau Bamsoet, menyambut positif kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan manufaktur.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kampus UNPERBA, Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2026). PT John Toys Indonesia merupakan perusahaan manufaktur berorientasi ekspor yang beroperasi di Purbalingga dan memiliki keterhubungan dengan jaringan bisnis John Toys Korea.
Dorong Kampus Lebih Dekat dengan Industri
Bamsoet menilai perguruan tinggi perlu semakin dekat dengan dunia industri agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, tetapi juga memahami standar kerja yang berlaku di lapangan.
Menurutnya, kerja sama dengan perusahaan manufaktur yang terhubung dengan pasar internasional dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa UNPERBA untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai kebutuhan industri modern.
Mahasiswa juga diharapkan dapat memahami bagaimana proses kerja perusahaan berjalan, mulai dari produksi hingga pemenuhan standar kualitas yang ditetapkan untuk pasar ekspor.
Pelajari Standar Manufaktur
Dalam kerja sama tersebut, mahasiswa UNPERBA akan mendapatkan pembelajaran yang berkaitan dengan proses manufaktur, quality assurance dan quality control, keselamatan dan kesehatan kerja, ekspor, rantai pasok, produktivitas, serta standar operasional.
Pengetahuan mengenai standar kualitas internasional juga menjadi bagian penting karena perusahaan manufaktur saat ini semakin terintegrasi dengan rantai pasok global.
Bamsoet menilai pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa memahami bahwa daya saing industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan konsistensi dalam menjalankan prosedur.
Perkuat Soft Skill dan Integritas
Kerja sama UNPERBA dan PT John Toys Indonesia juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Aspek seperti etika kerja, integritas, kepatuhan, antikorupsi, tanggung jawab sosial, serta budaya profesional dinilai penting untuk dipersiapkan sejak di bangku kuliah.
Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan peralatan atau menyelesaikan pekerjaan teknis. Perusahaan juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara profesional, menjaga kualitas, memahami risiko, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.
Penguatan aspek tersebut diharapkan membuat lulusan UNPERBA lebih siap memasuki lingkungan kerja yang memiliki standar tinggi.
Bangun Konsep Link and Match
Bamsoet menyebut kolaborasi tersebut sebagai bentuk nyata konsep link and match antara perguruan tinggi dan industri. Dunia usaha dapat menyampaikan kebutuhan kompetensi, sedangkan kampus menyesuaikan proses pembelajaran agar lebih relevan dengan perkembangan lapangan kerja.
Mahasiswa kemudian memperoleh kesempatan untuk menguji pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pengalaman yang berhubungan langsung dengan industri.
Pola seperti ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan perusahaan.
Purbalingga Berpeluang Jadi Sumber Talenta
Bamsoet juga berharap kerja sama tersebut dapat menjadi salah satu fondasi untuk mencetak generasi muda Purbalingga yang memiliki kemampuan profesional dan wawasan global.
Menurutnya, Purbalingga memiliki peluang menjadi salah satu daerah penghasil tenaga kerja unggul yang dapat memenuhi kebutuhan industri nasional maupun pasar internasional.
Karena itu, pengembangan kualitas SDM perlu dilakukan bersamaan dengan pertumbuhan sektor industri di daerah agar masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat langsung dari perkembangan ekonomi.
Dorong Pengalaman Industri Sejak Kuliah
Keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan industri sejak masa pendidikan dinilai dapat memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai dunia kerja. Mereka dapat mengenal budaya perusahaan, pola kerja, standar keselamatan, hingga tuntutan produktivitas sebelum benar-benar memasuki pasar tenaga kerja.
Selain meningkatkan kesiapan kerja, pengalaman tersebut juga dapat membantu mahasiswa menentukan bidang yang ingin mereka tekuni setelah lulus.
Kerja Sama Diharapkan Berkelanjutan
Kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Kolaborasi tersebut diharapkan berkembang menjadi berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan lulusan.
Dengan keterhubungan yang semakin kuat antara kampus dan perusahaan, kebutuhan industri dapat diterjemahkan ke dalam program pendidikan yang lebih sesuai, sementara mahasiswa memperoleh akses terhadap pengalaman dan wawasan yang dibutuhkan untuk bersaing.
Bamsoet menyambut positif kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia sebagai upaya memperkuat hubungan perguruan tinggi dan dunia industri. Kolaborasi dengan perusahaan manufaktur yang terhubung dengan jaringan bisnis Korea Selatan tersebut diharapkan meningkatkan kompetensi, pengalaman industri, kesiapan kerja, serta wawasan global mahasiswa dan lulusan UNPERBA.