Jakarta, 13 Mei 2026 – Polda Bali menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi markas operasi scam internasional di kawasan Kuta, Bali. Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian mengamankan sekitar 30 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan daring lintas negara.
Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima informasi mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah bangunan yang digunakan sebagai pusat operasi komunikasi digital. Aparat kemudian melakukan penyelidikan dan pengawasan sebelum akhirnya melakukan penindakan di lokasi.
Saat operasi berlangsung, polisi menemukan puluhan orang sedang beraktivitas di dalam ruangan yang dilengkapi perangkat komputer, telepon, dan perlengkapan komunikasi lainnya. Sejumlah barang bukti elektronik turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian menduga lokasi tersebut digunakan untuk menjalankan aksi penipuan online dengan target korban dari berbagai negara. Modus yang digunakan disebut melibatkan komunikasi digital dan identitas palsu untuk meyakinkan korban agar mentransfer sejumlah uang.
Seluruh orang yang diamankan kini menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami peran masing-masing dalam jaringan tersebut. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan warga negara asing maupun hubungan dengan sindikat internasional yang beroperasi di beberapa negara.
Kasus scam internasional berbasis digital memang menjadi perhatian aparat penegak hukum dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan teknologi komunikasi membuat jaringan penipuan lintas negara semakin mudah beroperasi dan menjangkau korban dalam jumlah besar melalui internet maupun media sosial.
Pengamat keamanan siber menilai Indonesia, termasuk Bali, kerap menjadi lokasi operasi kelompok penipuan digital karena tingginya mobilitas internasional dan akses teknologi yang semakin luas. Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas digital dan penyewaan properti untuk kegiatan mencurigakan dinilai perlu diperkuat.
Polda Bali menegaskan akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas serta memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan online yang menggunakan identitas palsu dan tawaran mencurigakan melalui platform digital.