Jakarta, 12 Oktober 2026 – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) menegaskan pentingnya akses sanitasi layak sebagai salah satu langkah pencegahan stunting yang dimulai dari lingkungan rumah tangga. Ketersediaan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan dinilai memiliki peranan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit akibat lingkungan yang tidak bersih. Upaya pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan tempat tinggal yang sehat. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi berulang pada anak sehingga mengganggu penyerapan nutrisi dan proses pertumbuhan. Oleh karena itu, peningkatan akses sanitasi menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Sanitasi layak mencakup penggunaan fasilitas pembuangan tinja yang aman, pengelolaan limbah rumah tangga, serta kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan. Fasilitas sanitasi yang tidak memadai dapat menyebabkan pencemaran sumber air dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Anak-anak, terutama balita, menjadi kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan lingkungan yang tercemar. Penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan yang terjadi berulang dapat memengaruhi kondisi gizi serta pertumbuhan anak. Karena itu, penyediaan sanitasi layak perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat.
Wamendukbangga mendorong agar pencegahan stunting dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh dengan memperhatikan kondisi kehidupan keluarga. Pemenuhan gizi seimbang tetap menjadi unsur utama, tetapi perlu didukung oleh akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang aman. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun juga memiliki peranan penting dalam mengurangi risiko penularan penyakit. Selain itu, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga perlu dilakukan secara tepat agar tidak mencemari lingkungan tempat tinggal. Penerapan kebiasaan hidup bersih diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang mendukung tumbuh kembang anak.
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut usia berada di bawah standar pertumbuhan yang ditetapkan. Kondisi tersebut berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk infeksi berulang serta lingkungan yang tidak sehat. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat berkaitan dengan perkembangan kemampuan belajar dan kesehatan jangka panjang. Pencegahan perlu dilakukan sejak masa sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga periode awal kehidupan anak. Pendekatan tersebut menjadi penting karena masa seribu hari pertama kehidupan merupakan periode yang sangat menentukan perkembangan anak.
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan penerapan sanitasi layak di tingkat rumah tangga. Air yang digunakan untuk minum, memasak, dan membersihkan perlengkapan makan perlu memenuhi persyaratan kesehatan. Penggunaan air yang tercemar dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi, terutama pada anak yang memiliki daya tahan tubuh belum berkembang secara optimal. Keluarga juga perlu memperhatikan cara penyimpanan air agar terhindar dari kontaminasi setelah melalui proses pengolahan. Dengan akses air yang aman dan kebiasaan menjaga kebersihan, risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan dapat ditekan.
Peningkatan akses sanitasi membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, terutama pada wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar. Sebagian masyarakat dapat mengalami kesulitan membangun jamban sehat atau sistem pembuangan limbah karena keterbatasan ekonomi dan kondisi geografis. Pemerintah daerah memiliki peranan dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta mengembangkan program yang sesuai dengan kondisi wilayah. Penyediaan fasilitas sanitasi juga perlu disertai edukasi mengenai penggunaan dan pemeliharaan agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang. Kerja sama berbagai pihak diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap lingkungan permukiman yang lebih sehat.
Peran keluarga menjadi faktor penting dalam memastikan upaya pencegahan stunting dapat diterapkan secara konsisten. Orang tua perlu membiasakan anak menjaga kebersihan diri, termasuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Kebersihan peralatan makan, tempat penyimpanan makanan, serta area bermain anak juga perlu diperhatikan. Selain itu, pemeriksaan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan secara berkala dapat membantu mendeteksi gangguan tumbuh kembang sejak dini. Keterlibatan seluruh anggota keluarga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan anak secara berkelanjutan.
Upaya peningkatan sanitasi layak juga membutuhkan koordinasi antara sektor kesehatan, permukiman, pendidikan, dan pembangunan keluarga. Program pencegahan stunting akan lebih efektif apabila intervensi gizi berjalan bersama dengan peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal. Tenaga kesehatan, kader posyandu, dan pendamping keluarga dapat membantu memberikan edukasi mengenai hubungan antara sanitasi dan kesehatan anak. Pemantauan terhadap kondisi lingkungan rumah tangga juga dapat menjadi bagian dari upaya mengenali faktor risiko yang perlu segera ditangani. Melalui kerja sama lintas sektor, pelayanan kepada keluarga diharapkan menjadi lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dukungan Wamendukbangga terhadap peningkatan akses sanitasi layak menegaskan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Penyediaan fasilitas sanitasi yang aman, akses air bersih, serta penerapan perilaku hidup sehat menjadi unsur penting dalam melindungi pertumbuhan anak. Pemerintah diharapkan terus memperkuat program pembangunan fasilitas dasar sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan. Keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan berbagai unsur masyarakat secara berkelanjutan. Dengan lingkungan rumah yang sehat dan pemenuhan gizi yang baik, anak-anak Indonesia diharapkan dapat tumbuh optimal serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.