Jakarta, 8 Mei 2026 – Proses identifikasi korban kecelakaan bus ALS di wilayah Musi Rawas Utara terus dilakukan oleh aparat kepolisian dan tim forensik.
Sebanyak 11 sampel DNA korban dilaporkan telah dikirim ke Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk proses pemeriksaan lanjutan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan identitas korban yang belum dapat dikenali secara langsung akibat kondisi pascakecelakaan.
Pihak kepolisian menyebut hasil pemeriksaan DNA diperkirakan dapat diketahui dalam waktu maksimal dua pekan. Pemeriksaan laboratorium diperlukan agar proses identifikasi berlangsung akurat sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
Kecelakaan bus ALS di Muratara sebelumnya menjadi perhatian nasional karena menyebabkan banyak korban jiwa dan menimbulkan kondisi korban yang cukup sulit dikenali.
Pengamat forensik menjelaskan identifikasi melalui DNA biasanya dilakukan ketika metode identifikasi biasa seperti dokumen pribadi atau ciri fisik tidak lagi memungkinkan digunakan secara maksimal.
Selain pengambilan sampel dari korban, tim identifikasi juga melakukan pencocokan dengan data dan sampel keluarga untuk memastikan hasil pemeriksaan benar-benar sesuai.
Suasana duka masih dirasakan keluarga korban yang menunggu kepastian identitas anggota keluarga mereka. Banyak keluarga disebut datang ke posko untuk memberikan data pendukung proses identifikasi.
Pengamat keselamatan transportasi menilai kecelakaan besar seperti ini menunjukkan pentingnya peningkatan standar keselamatan kendaraan umum dan pengawasan perjalanan jarak jauh.
Selain identifikasi korban meninggal, aparat juga masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan yang melibatkan bus antarkota tersebut.
Masyarakat turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi dan berharap proses identifikasi serta penanganan korban dapat berjalan lancar.
Pengamat sosial menyebut proses menunggu kepastian identitas korban menjadi masa yang sangat berat bagi keluarga karena penuh ketidakpastian dan tekanan emosional.
Dengan sampel DNA yang telah dikirim ke Mabes Polri, perhatian publik kini tertuju pada proses identifikasi lanjutan dan hasil pemeriksaan yang diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban kecelakaan bus ALS di Muratara.