Seoul, 5 November 2026 – Penampilan Megawati Hangestri Pertiwi bersama Hyundai Hillstate menjadi perhatian setelah timnya menelan kekalahan tiga set langsung dari IBK Altos dalam lanjutan kompetisi bola voli putri Korea Selatan. Pemain asal Indonesia tersebut belum mampu memberikan kontribusi maksimal dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 0-3. Hasil ini menjadi evaluasi bagi Hyundai Hillstate yang berusaha menjaga konsistensi permainan sepanjang musim. Pelatih tim turut menyoroti sejumlah kendala yang memengaruhi efektivitas serangan, termasuk penampilan Megawati di lapangan. Kekalahan tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama antarpemain dalam menghadapi pertahanan lawan yang tampil disiplin.
Sepanjang pertandingan, Hyundai Hillstate menghadapi kesulitan dalam membangun serangan yang efektif. IBK Altos mampu memberikan tekanan melalui servis, pertahanan blok, dan pengaturan tempo permainan yang membuat lawannya kesulitan mengembangkan pola serangan. Megawati yang diharapkan menjadi salah satu sumber poin belum dapat menunjukkan ketajaman secara konsisten. Beberapa upaya serangan tidak menghasilkan angka karena pertahanan lawan mampu membaca arah bola dengan baik. Kondisi tersebut membuat Hyundai Hillstate kehilangan momentum pada sejumlah fase penting pertandingan. Situasi semakin sulit ketika IBK Altos mampu mempertahankan keunggulan dan mengendalikan jalannya laga.
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, menilai masalah utama timnya terletak pada pola serangan yang terlalu mudah diprediksi. Menurutnya, IBK Altos dapat membaca arah permainan Hyundai Hillstate sehingga mampu menyiapkan pertahanan dengan lebih baik. Kang menjelaskan bahwa Megawati memiliki karakter permainan berbeda dibandingkan sejumlah pemain asing lain yang lebih mengandalkan kekuatan dan jangkauan serangan. Pemain berjuluk Megatron tersebut membutuhkan distribusi bola yang tepat agar dapat memaksimalkan kemampuan menyerangnya. Namun, kerja sama antara pengumpan dan penyerang belum berjalan sesuai harapan. Kondisi tersebut membuat Megawati kesulitan memperoleh peluang serangan yang menguntungkan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Hwaseong General Sports Town Indoor Gymnasium pada Selasa (3/11/2026), Hyundai Hillstate kalah dengan skor 23-25, 23-25, dan 20-25. Megawati hanya mampu menyumbangkan tujuh poin dengan tingkat keberhasilan serangan sekitar 33 persen. Catatan tersebut belum memenuhi harapan terhadap pemain yang dipercaya menempati posisi opposite spiker. Sementara itu, Jordan Wilson menjadi pencetak angka terbanyak Hyundai Hillstate dengan koleksi 15 poin. Meski kedua pemain berusaha memberikan tekanan, IBK Altos mampu mempertahankan keunggulan melalui pertahanan yang solid. Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan perdana Hyundai Hillstate dalam kompetisi V-League musim 2026-2027.
Kang Sung-hyung juga membandingkan kondisi Megawati saat memperkuat Hyundai Hillstate dengan pengalamannya bersama Red Sparks. Menurutnya, ketika bermain untuk Red Sparks, Megawati mendapatkan dukungan distribusi bola yang lebih seimbang sehingga mampu membangun kombinasi serangan dengan rekan setim. Kerja sama tersebut membuat permainan Megawati lebih efektif dan tidak mudah diantisipasi lawan. Situasi berbeda terjadi di Hyundai Hillstate karena koordinasi antarpemain masih membutuhkan penyesuaian. Kang menilai peningkatan kualitas umpan akan membantu Megawati menemukan kembali ketajamannya. Ia juga menekankan bahwa perubahan pola serangan harus dilakukan agar tim tidak terus bergantung pada permainan yang mudah ditebak.
Selain masalah distribusi bola, kondisi fisik dan komunikasi antarpemain menjadi perhatian pelatih Hyundai Hillstate. Kang mengakui bahwa sejumlah pemain belum sepenuhnya mampu menjalankan strategi sesuai rencana pertandingan. Tekanan dalam pertandingan pembuka musim juga dinilai memengaruhi kemampuan tim mempertahankan konsentrasi. Kerja sama Megawati dengan setter Kim Da-in masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menentukan waktu dan arah umpan. Pelatih berharap proses latihan dapat membantu memperbaiki koordinasi tersebut secara bertahap. Menurutnya, peningkatan kebugaran dan pemahaman antarpemain menjadi bagian penting untuk mengembalikan performa tim.
Kekalahan Hyundai Hillstate semakin terasa setelah IBK Altos menunjukkan keunggulan dalam pertahanan blok. Tim tuan rumah berhasil mencatatkan 12 poin melalui blok, sedangkan Hyundai Hillstate hanya memperoleh enam poin dari aspek serupa. IBK Altos juga tampil efektif melalui Victoria Danchak yang mencetak 21 poin dan Choi Jung-min dengan tambahan 17 poin. Di sisi lain, absennya middle blocker andalan Hyundai Hillstate, Yang Hyo-jin, turut memengaruhi keseimbangan permainan di depan net. Kang sempat melakukan perubahan komposisi pemain pada set ketiga dengan menggantikan Megawati menggunakan Na Hyun-soo. Namun, perubahan tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan hingga IBK Altos memastikan kemenangan tiga set langsung.
Hasil pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Hyundai Hillstate sebelum menjalani laga berikutnya. Kang Sung-hyung tetap optimistis bahwa kemampuan Megawati dan rekan-rekannya dapat meningkat setelah proses adaptasi berjalan lebih baik. Hyundai Hillstate dijadwalkan menghadapi Red Sparks pada Sabtu, 7 November 2026, dalam pertandingan yang memiliki arti khusus bagi Megawati karena mempertemukannya dengan mantan klubnya. Laga tersebut menjadi kesempatan untuk memperbaiki koordinasi serangan sekaligus menunjukkan perkembangan setelah kekalahan dari IBK Altos. Bagi Megawati, peningkatan kualitas umpan dan kondisi fisik akan menjadi faktor penting untuk kembali menunjukkan produktivitasnya. Hyundai Hillstate berharap pembenahan strategi dapat membantu tim meraih hasil lebih baik dalam persaingan Liga Voli Korea musim ini.