Jakarta, 3 November 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan program pengadaan 612 unit kereta baru produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA telah mengakomodasi fasilitas toilet terpisah bagi penumpang laki-laki dan perempuan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan transportasi kereta api di Indonesia. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pemisahan toilet dilakukan sebagai tindak lanjut atas masukan pelanggan yang menginginkan fasilitas sanitasi lebih nyaman selama perjalanan. Penjelasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 3 November 2026. Menurut Anne, perusahaan terus memperhatikan perubahan kebutuhan penumpang seiring meningkatnya penggunaan kereta api sebagai sarana transportasi antarkota. Fasilitas toilet terpisah menjadi salah satu bentuk penyesuaian pelayanan yang diterapkan pada pengadaan armada generasi baru. Melalui langkah tersebut, KAI berharap pengalaman perjalanan masyarakat semakin baik, terutama bagi penumpang yang menempuh perjalanan jarak jauh selama beberapa jam. https://economy.okezone.com/+1
Anne Purba menjelaskan bahwa keputusan menyediakan toilet terpisah didasarkan pada hasil evaluasi dan survei kepuasan pelanggan yang dilakukan perusahaan. Berdasarkan survei Customer Satisfaction Index (CSI), jumlah penumpang perempuan yang menggunakan layanan kereta api tercatat lebih banyak dibandingkan penumpang laki-laki. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan KAI dalam menyesuaikan fasilitas yang tersedia di dalam rangkaian kereta. Perusahaan menilai kebutuhan privasi dan kenyamanan penumpang harus menjadi bagian penting dalam perencanaan sarana transportasi modern. Pemisahan toilet diharapkan memberikan kemudahan bagi pelanggan ketika menggunakan fasilitas sanitasi selama perjalanan. Selain itu, pengaturan fasilitas berdasarkan kebutuhan pengguna menjadi bagian dari pendekatan pelayanan yang lebih memperhatikan pengalaman penumpang. KAI menyatakan bahwa masukan pelanggan akan terus digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada armada yang telah beroperasi maupun yang masih dalam proses pengadaan. Dengan demikian, modernisasi kereta api tidak hanya berfokus pada pembaruan teknologi, tetapi juga mencakup fasilitas dasar yang langsung dirasakan masyarakat. ANTARA News
Program pengadaan 612 unit kereta tersebut merupakan investasi jangka panjang KAI yang dilaksanakan bersama PT INKA sejak 2023 dan direncanakan berlangsung hingga 2027. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, nilai kontrak pengadaan armada Stainless Steel New Generation mencapai Rp5,505 triliun. Dari keseluruhan unit yang dipesan, sebanyak 297 merupakan kereta kelas eksekutif dan 199 merupakan kereta kelas ekonomi. Selain itu, pengadaan mencakup 57 kereta makan, 57 kereta pembangkit, serta dua kereta bagasi untuk mendukung kebutuhan operasional. Hingga Juni 2026, KAI melaporkan sebanyak 391 unit kereta yang tergabung dalam 39 rangkaian telah diserahterimakan dan dioperasikan pada berbagai relasi. Proses pengadaan terus dilakukan secara bertahap agar pembaruan sarana dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan penumpang. Kehadiran armada generasi baru diharapkan mampu menggantikan kereta lama sekaligus meningkatkan standar kenyamanan perjalanan. Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat daya saing transportasi berbasis rel di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. KAI
Selain menyediakan toilet terpisah, rangkaian Stainless Steel New Generation menghadirkan berbagai fasilitas yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan. Kereta generasi baru dilengkapi kursi ergonomis dengan sandaran yang dapat direbahkan hingga 135 derajat pada konfigurasi tertentu. Beberapa rangkaian juga menggunakan kursi yang dapat diputar mengikuti arah perjalanan sehingga penumpang memiliki posisi duduk lebih nyaman. Ruang kaki yang lebih luas, pijakan kaki, meja lipat, serta fasilitas pengisian daya melalui USB dan stopkontak menjadi bagian dari peningkatan interior. KAI turut menghadirkan pintu geser otomatis untuk mempermudah pergerakan penumpang sekaligus membantu mengurangi kebisingan dari area penghubung antarkereta. Pada sejumlah layanan, tersedia sistem informasi penumpang digital atau Passenger Information Display System yang menampilkan informasi perjalanan. Fasilitas tambahan seperti meja ganti popok bayi, musala, serta perlengkapan pendukung kenyamanan juga disediakan pada rangkaian tertentu. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kereta generasi baru dilakukan melalui berbagai aspek pelayanan, mulai dari tempat duduk hingga fasilitas pendukung kebutuhan sehari-hari. KAI+1
Pengoperasian kereta Stainless Steel New Generation telah menjangkau berbagai layanan antarkota yang menjadi pilihan masyarakat. Untuk kelas eksekutif, rangkaian generasi baru digunakan pada sejumlah perjalanan seperti Argo Dwipangga, Argo Lawu, Argo Anggrek, Argo Sindoro, Argo Wilis, dan Argo Semeru. Layanan Bima, Taksaka, Argo Muria, Turangga, Parahyangan, serta Gajayana juga termasuk dalam daftar kereta yang telah menggunakan armada tersebut. Pada layanan campuran, pembaruan sarana diterapkan antara lain pada kereta Lodaya, Mataram, Bogowonto, Gumarang, Jayabaya, dan Gaya Baru Malam Selatan. Sementara itu, layanan ekonomi seperti Jaka Tingkir, Progo, dan Majapahit turut memperoleh rangkaian generasi baru. Penyebaran armada dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional dan kebutuhan setiap relasi. KAI menyatakan bahwa pengalaman pelanggan serta masukan petugas di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan fasilitas pada rangkaian berikutnya. Dengan perluasan penggunaan kereta generasi baru, perusahaan berupaya menghadirkan standar pelayanan yang semakin merata pada berbagai kelas perjalanan. PPID KAI
Modernisasi armada tersebut juga berlangsung bersamaan dengan persiapan penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api atau Gapeka 2026 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Desember 2026. KAI mengumumkan penambahan 39 perjalanan kereta api sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas angkut dan memperluas pelayanan transportasi antarkota. Penyesuaian jadwal dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan di kawasan aglomerasi yang memiliki aktivitas penumpang cukup tinggi. Perusahaan juga melakukan optimalisasi sarana, prasarana, serta pengaturan operasional untuk memperbaiki efisiensi perjalanan. Pada sejumlah layanan, waktu tempuh direncanakan mengalami pengurangan hingga 90 menit melalui penyesuaian pola perjalanan dan peningkatan kesiapan operasional. KAI turut memperkuat konektivitas antarmoda dengan menambah pilihan layanan naik dan turun penumpang di beberapa stasiun strategis. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, pengembangan konektivitas melibatkan stasiun seperti Jatinegara, Bekasi, dan Cikarang untuk mendukung perjalanan masyarakat. Pembaruan fasilitas kereta dan penyesuaian jadwal tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga peningkatan kenyamanan juga disertai kemudahan akses serta efisiensi waktu perjalanan. ANTARA News
KAI menegaskan bahwa pengembangan layanan transportasi kereta api akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan mobilitas masyarakat. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan jumlah pengguna kereta api sekitar 8 hingga 12 persen per tahun sehingga peningkatan kapasitas dan kualitas sarana menjadi kebutuhan penting. Pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation diharapkan mampu mendukung pertumbuhan tersebut sekaligus memperkuat pelayanan pada berbagai rute perjalanan. Pemisahan toilet laki-laki dan perempuan menjadi salah satu perubahan yang dilakukan berdasarkan hasil survei serta aspirasi pengguna jasa. Namun, keberhasilan peningkatan fasilitas juga perlu didukung pemeliharaan berkala, kebersihan, dan kesiapan petugas agar manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten. KAI menyatakan bahwa evaluasi pelayanan akan terus dilakukan seiring bertambahnya armada baru yang mulai dioperasikan. Dengan dukungan produksi dalam negeri melalui PT INKA, program modernisasi tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan industri perkeretaapian nasional. Melalui investasi jangka panjang dan peningkatan fasilitas yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan, KAI berharap transportasi kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien. ANTARA News+1