Jakarta, 1 Oktober 2026 – Pelari sekaligus figur publik Indonesia Agnes Yuliavitriani mencuri perhatian setelah berhasil menuntaskan Berlin Marathon 2026 dalam kondisi hamil. Agnes menyelesaikan lomba sejauh 42,195 kilometer dengan catatan waktu sekitar 4 jam 42 menit. Seusai mencapai garis finis, ia memperlihatkan medali bersama foto hasil ultrasonografi (USG) kehamilannya. Momen tersebut kemudian mendapat banyak perhatian setelah dibagikan melalui media sosial. Berlin Marathon tahun ini berlangsung pada Minggu, 27 September 2026.
Bagi Agnes, keberhasilan tersebut memiliki arti berbeda dibandingkan pencapaian maraton sebelumnya. Dalam unggahannya, ia menggambarkan bahwa medali Berlin kali ini seolah diraih bersama bayi laki-laki yang sedang dikandungnya. Ia menyebut perjalanan sepanjang 42,195 kilometer tersebut sebagai maraton pertama sang bayi. Sang suami juga terlihat menyambut Agnes setelah ia berhasil mencapai garis finis. Perjalanan itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam aktivitas lari yang selama ini dijalaninya.
Catatan 4 jam 42 menit di Berlin memang bukan waktu tercepat yang pernah dibukukan Agnes dalam lomba maraton. Pada Tokyo Marathon 2026, ia tercatat menyelesaikan perlombaan dengan waktu 3 jam 28 menit 43 detik dan menjadi salah satu pelari perempuan Indonesia dengan catatan terbaik dalam ajang tersebut. Kondisi kehamilan membuat pengalaman berlomba di Berlin kali ini memiliki tantangan yang berbeda. Fokusnya bukan semata mengejar waktu, tetapi menyelesaikan seluruh jarak hingga garis finis. Keberhasilannya pun menjadi sorotan karena ia mampu menuntaskan salah satu maraton besar dunia dalam kondisi tersebut.
Aksi Agnes turut mengundang respons dari sejumlah figur publik Indonesia. Febby Rastanty, Soraya Larasati, dan Ussy Sulistiawaty termasuk yang memberikan ucapan selamat setelah mengetahui keberhasilannya. Mereka menyoroti perjuangan Agnes membawa kehamilannya hingga menyelesaikan jarak maraton penuh. Dukungan juga datang dari warganet yang mengikuti perjalanan larinya melalui media sosial. Momen ketika Agnes memperlihatkan medali bersama foto USG menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapat perhatian.
Berlin Marathon sendiri merupakan salah satu ajang maraton paling dikenal di dunia dan menjadi bagian dari Abbott World Marathon Majors. Edisi ke-52 pada 2026 berlangsung pada 27 September dengan peserta dari berbagai negara. Perlombaan menempuh jarak resmi maraton 42,195 kilometer melalui jalan-jalan utama Berlin sebelum peserta mencapai garis finis. Sejumlah pelari dan figur publik Indonesia turut mengikuti perlombaan tahun ini. Bagi para pelari rekreasional maupun kompetitif, menyelesaikan Berlin Marathon menjadi pencapaian tersendiri karena persiapan fisik yang diperlukan untuk menempuh jarak penuh.
Di luar aktivitas lari, Agnes juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan filantropi digital. Ia sebelumnya memimpin Ayobantu.com dan kini tercatat sebagai Ketua Pembina organisasi tersebut. Aktivitas lari juga pernah dikaitkannya dengan kegiatan sosial, termasuk ketika menyelesaikan tantangan lari 47 kilometer untuk membantu penggalangan dana bagi penyintas talasemia. Pada akhir September 2026, kepemimpinan operasional Ayobantu.com beralih kepada Oscar Darmawan. Rekam jejak tersebut menunjukkan olahraga menjadi salah satu bagian yang cukup dekat dengan kegiatan sosial yang dijalankan Agnes.
Keberhasilan menyentuh garis finis Berlin Marathon 2026 akhirnya menjadi pengalaman yang sangat personal bagi Agnes. Kali ini, medali yang dibawanya pulang bukan hanya menjadi penanda keberhasilan menyelesaikan 42,195 kilometer, tetapi juga kenangan dari masa kehamilannya. Catatan waktu 4 jam 42 menit melengkapi perjalanan Agnes setelah sebelumnya mencatat performa jauh lebih cepat di Tokyo Marathon pada tahun yang sama. Perbedaan kondisi membuat dua perlombaan tersebut menghadirkan cerita yang berbeda dalam perjalanan larinya. Berlin 2026 pun menjadi salah satu pencapaian Agnes yang paling banyak menyita perhatian publik tahun ini.