Jakarta, 9 Mei 2026 – Australia tercatat dalam sejarah pernah mengalami peristiwa unik ketika pemerintah dan militer negara tersebut menjalankan operasi untuk mengendalikan populasi burung emu yang dianggap merusak lahan pertanian.
Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai “Perang Emu” itu terjadi pada tahun 1932 di wilayah Australia Barat dan hingga kini masih sering dibahas sebagai salah satu kisah paling tidak biasa dalam sejarah modern.
Saat itu, populasi burung emu dalam jumlah besar memasuki area pertanian dan merusak tanaman milik petani setelah musim migrasi berlangsung.
Pemerintah Australia kemudian mengerahkan personel militer bersenjata untuk membantu mengurangi populasi burung tersebut karena dianggap menimbulkan kerugian besar bagi petani.
Namun operasi tersebut justru mengalami banyak kendala karena burung emu dikenal bergerak cepat, menyebar dalam kelompok kecil, dan sulit ditargetkan di medan terbuka.
Meski menggunakan senjata otomatis, upaya militer saat itu dinilai tidak efektif untuk mengendalikan ribuan burung emu yang terus berpindah lokasi.
Pengamat sejarah menjelaskan bahwa operasi tersebut akhirnya dianggap gagal karena hasil yang diperoleh jauh dari target yang diharapkan pemerintah.
Peristiwa itu kemudian populer dengan sebutan “Perang Emu” dan sering dijadikan contoh unik dalam sejarah tentang konflik antara manusia dan satwa liar.
Burung emu sendiri merupakan salah satu hewan khas Australia yang memiliki ukuran besar dan tidak dapat terbang, namun mampu berlari dengan kecepatan tinggi.
Pengamat lingkungan menjelaskan bahwa ledakan populasi satwa liar memang dapat memengaruhi aktivitas pertanian apabila tidak diimbangi pengelolaan ekosistem yang baik.
Namun pendekatan militer terhadap masalah lingkungan seperti yang terjadi saat itu kini dianggap tidak relevan dan jarang digunakan lagi.
Peristiwa tersebut juga memperlihatkan bahwa alam dan satwa liar sering kali sulit dikendalikan sepenuhnya oleh manusia meski menggunakan teknologi dan kekuatan besar.
Hingga kini, kisah “Perang Emu” masih sering dibahas di berbagai buku sejarah, dokumenter, dan media sosial karena dianggap sebagai salah satu episode paling unik dalam sejarah Australia modern.
Meski terdengar lucu dan tidak biasa, peristiwa tersebut tetap menjadi bagian penting dari sejarah Australia yang menunjukkan tantangan besar dalam menghadapi persoalan lingkungan dan populasi satwa liar.