Jakarta, 30 Mei 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi terhadap konsep integrasi antara pasar tradisional dan kawasan kuliner yang diterapkan di wilayah Klojen, Kota Malang. Menurutnya, model pengembangan tersebut dapat menjadi contoh bagaimana fasilitas perdagangan rakyat dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas ekonomi lokal. Integrasi antara pasar basah dan area kuliner dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Selain memberikan manfaat bagi pedagang, konsep tersebut juga berpotensi meningkatkan daya tarik kawasan sebagai destinasi ekonomi dan wisata perkotaan. Kehadiran fasilitas yang terintegrasi dianggap sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat peran pasar tradisional di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai daerah di Indonesia terus berupaya melakukan revitalisasi pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan adalah menghadirkan fungsi tambahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi kawasan. Di Klojen, konsep penggabungan pasar basah dengan sentra kuliner menjadi salah satu contoh bagaimana ruang perdagangan dapat dikembangkan menjadi pusat aktivitas yang lebih beragam. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman yang disajikan oleh pelaku usaha lokal. Dengan demikian, kawasan tersebut memiliki daya tarik yang lebih luas dan mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Khofifah menilai bahwa keberhasilan pengembangan kawasan semacam ini tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengelolaan yang baik dan berkelanjutan. Kebersihan, kenyamanan, keamanan, serta kualitas pelayanan menjadi faktor penting yang menentukan minat masyarakat untuk datang dan beraktivitas di pasar. Pasar yang tertata dengan baik dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual. Selain itu, pengelolaan yang profesional juga membantu menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat bagi para pedagang. Faktor-faktor tersebut menjadi elemen penting dalam mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi di kawasan pasar.
Konsep integrasi pasar dan kuliner juga dinilai memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah. Banyak pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman memperoleh peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen ketika berada dalam satu kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat. Kehadiran sentra kuliner di sekitar pasar menciptakan arus pengunjung yang lebih stabil sepanjang hari, sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya bergantung pada jam-jam tertentu. Kondisi ini dapat membantu meningkatkan pendapatan pedagang sekaligus memperkuat ekosistem usaha lokal. Dengan dukungan yang tepat, model seperti ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat daerah.
Para pengamat ekonomi daerah menilai bahwa revitalisasi pasar tradisional merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga keberlangsungan sektor perdagangan rakyat. Pasar tradisional memiliki peran besar dalam distribusi kebutuhan pokok sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Namun, perubahan gaya hidup dan perkembangan pusat perbelanjaan modern menuntut adanya inovasi agar pasar tetap relevan bagi masyarakat. Integrasi dengan sektor kuliner menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif karena mampu menciptakan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung. Selain berbelanja, masyarakat juga dapat menikmati berbagai aktivitas lain yang membuat mereka lebih tertarik untuk datang dan menghabiskan waktu di kawasan tersebut.
Kawasan pasar yang terintegrasi dengan sentra kuliner juga berpotensi mendukung sektor pariwisata lokal. Kota Malang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata yang memiliki beragam daya tarik, mulai dari wisata alam hingga kuliner. Kehadiran kawasan yang memadukan aktivitas perdagangan dan kuliner dapat menambah pilihan destinasi yang menarik bagi wisatawan. Selain memberikan pengalaman yang berbeda, konsep tersebut juga memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat produk-produk lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh pedagang di kawasan pasar, tetapi juga oleh pelaku usaha lain yang terhubung dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata setempat.
Apresiasi Khofifah terhadap integrasi pasar basah dan sentra kuliner di Klojen mencerminkan pentingnya inovasi dalam pengelolaan ruang ekonomi rakyat. Di tengah perubahan pola konsumsi dan persaingan yang semakin ketat, pasar tradisional perlu terus beradaptasi agar tetap menjadi pusat aktivitas masyarakat. Konsep yang menggabungkan fungsi perdagangan dan kuliner menunjukkan bahwa revitalisasi pasar dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter dan peran utamanya. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan semacam ini tidak hanya mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha. Keberhasilan model tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain yang ingin mengembangkan pasar tradisional menjadi ruang ekonomi yang lebih modern, dinamis, dan berkelanjutan.